Selepas gerakan menanam, kita sempatkan makan bersama nasi
bungkus sego megono. Tampak Pak Camat, Pak Tentara, Pak Komite, Ibu PKK
menikmati hidangan ala kadarnya sambil bincang-bincang tentang program sekolah
Minggu, 10 April 2016
MEMBUDAYAKAN SEKOLAH HIJAU
Perubahan iklim yang sudah tidak
menentu berdampak pada sulitnya manusia membuat perkiraan perkembangan alam.
Begitupun gerakan penghijauan sebagai upaya antisipasi global warming harus dibumikan
dalam insan pendidikan.
Dampak signifkan dirasakan
bersama dengan tidak mudahnya memprediksi gejolak alam. Ditengah anomali iklim
(cuaca), gerakan penghijauan sekolah sudah menjadi harga mati. Gerakan sejuta
pohon sudah harus mengakar kepada anak didik.
Penghijauan sebagai hasil
kesepakatan mempertahankan keseimbangan ekologis sebagai satu bentuk merawat
dan memelihara ekosistem yang makin terancam. Perlu program gerakan bersama dalam lingkungan sekolah dalam
penanaman dan pengelolaan lingkungan secara terpadu.
Ketaatan akan penataan lingkungan, perlindungan sumber daya buatan,
konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, cagar budaya,
keanekaragaman dengan selalu mewaspadai dan mengantisipasi perubahan iklim yang
semaikin absurd. Oleh karena itu sebuah sosialisasi, keteladanan dari discissionmaker (penentu kebijakan)
sekolah dalam mengajak keluarga besar sekolah untuk saling bahu membahu
memberikan kesadaran pentingnya sekolah hijau.
Gerakan satu siswa satu pohon baik dalam pot maupun ditanam di lingkungan,
sesuai kondisi sekolah. Aksi penanaman, pemeliharaan dan perawatan menjadi
tanggung jawab siswa. Disinilah gerakan mencintai kehidupan alam sebagai bentuk
penyadaran bahwa merusak alam (penebangan pohon) dapat berkibat fatal. Seperti
udara yang panas karena kurangnya peneduh, bahaya tanah longsor dan banjir.
Bila perlu budaya sekolah hijau selalu disisipkan dalam materi pembelajaran
baik eksak maupun sosial. Karena sekolah hijau akan berdampak positif pada
segala lini mulai dari hidup sehat, budaya cinta lingkungan, masalah ekonomi
dan sosial. Tinggal bagaimana sekarang warga sekolah mengimplementasikan secara
riil gerakan ”hijau”, yang tidak hanya sekedar wacana tanpa aksi. Semoga!
Sumber Naskah:http://penghijauansma4.blogspot.co.id/
LIBATKAN KOMITE SEKOLAH DALAM PERENCANAAN DAN KEGIATAN SEKOLAH
“Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah perlu melibatkan
komite. Rapat pertemuan komite kali ini selain membahas program ekstrakurikuler
BTAQ dan Go Green School, juga program sholat berjamaah di musholla yang belum
selesai dibangun tetapi bias dimanfaatkan.
Dalam pertemuan itu banyak hal yang dibahas dalam upaya
meningkatkan mutu pendidikan. Segala ide dan masukan komite menjadi saran
penting pihak sekolah untuk direalisasikan.
Program ekstrakurikuler yang sudah dijalankan di sekolah unggulan tersebut di antaranya seperti Dram Band, melukis dan keagamaan. Kali ini go green school merupakan program unggulan pula
Program ekstrakurikuler yang sudah dijalankan di sekolah unggulan tersebut di antaranya seperti Dram Band, melukis dan keagamaan. Kali ini go green school merupakan program unggulan pula
PENGELOLAAN BANK SAMPAH SMP N 3 TERSONO
Dalam mencapai tujuan gagasan yang diterapkan di haruskan
mempunyai langkah-langkah yang strategis agar gagasan tersebut dapat berjalan
secara optimal. Langkah-langkah yang digunakan yaitu :
1. Sosialisasi
Sosialisasi
akan ditujukan kepada seluruh warga sekolah untuk menjelaskan tujuan
didirikannya bank sampah sekolah. Bank sampah sekolah bertujuan untuk mengurangi
jumlah volume sampah yang ada di lingkungan. Dalam hal ini, menjelaskan bahwa
dengan menabung sampah di bank sampah sekolah dapat mengurangi jumlah volume di
lingkungan sekolah maupun masyarakat dan juga dapat menjadikan penghasilan bagi
nasabah dari bank sampah tersebut.
2. Sistem
kerja
Dalam setiap
kelas atau tempat dimana terdapat nasabah bank sampah tersebut akan diberikan 4
jenis tempat sampah yaitu tempat sampah khusus untuk sampah botol, sampah
pastik, sampah kardus atau kertas dan sampah organik. Dalam hal ini, tempat
sampah tersebut dapat memudahkan untuk pemilahan sampah sesuai jenisnya. Dimana
harga dan fungsi sampah tersebut berbeda-beda.
3. Sistem
tabungan sampah
Pada umumnya
sistem pengelolaan bank sampah sekolah secara komunal, yaitu nasabah atas
nama kelas atau kelompok guru, kelompok tata usaha, atau kantin. Tetapi ada
juga yang menerima nasabah personal atas nama individu.Sistem bagi hasilnya
antara bank sampah dengan nasabah berbeda-beda. Bank sampah mengambil
keuntungan antara Rp 0,- s/d Rp. 500,- dari penjualan sampah ke pengepul. Dana
ini digunakan untuk konsumsi petugas saat pemilahan sampah. Dan ada juga sampah
yang tidak di jual dulu ke pengepul jika nasabahnya menginginkan sampah
tersebut untuk disimpan dulu di bank sampah sekolah. Nasabah akan di berikan 2
buku tabungan, yaitu buku tabungan sampah dimana sampah sudah di jual ke
pengepul dengan mencantumkan berapa jumlah uang yang di dapat dan buku tabungan
sampah dimana sampah belum di jual ke pengepul dengan mencantumkan berapa
banyak sampah yang di tabungnya di bank sampah sekolah untuk di simpan dahulu
dengan nominal berat sampah dan jenis sampah tersebut.
4. Proses
pembelajaran
Dalam proses
pembelajaran ini, siswa akan diajarkan cara membuat karya seni yang bernilai
ekonomis dengan memanfaatkan tabungan sampah siswa di bank sampah sekolah.
Dalam hal ini, mata pelajaran yang sesuai adalah mata pelajaran seni budaya. Di
sini, guru akan mengajarkan kepada siswa cara pembuatan karya seni yang
bernilai ekonomis dengan memanfaatkan tabungan sampah siswa di bank sampah
sekolah. Setelah itu, siswa akan diberikan tugas praktek langsung untuk membuat
suatu karya sastra yang bernilai ekonomis sesuai dengan kreativitas masing-masing
siswa itu sendiri. Tujuan diadakan pembuatan karya seni yang bernilai ekonomis
dengan memanfaatkan sampah adalah agar siswa dapat mendapatkan ilmu
keterampilan yang kelak dapat bermanfaat bagi siswa bila bersaing di dunia
perdagangan dan juga dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam pembuatan
suatu karya seni yang bernilai ekonomis dari sebuah barang yang biasa disebut
orang sebagai sampah.
5. Proses
pemasaran
Karya seni yang
dibuat siswa tersebut tidak hanya di buat hanya semata-mata memenuhi tugas seni
budaya tersebut. Tetapi juga, hasil karya seni siswa tersebut akan di jual agar
siswa juga dapat menerima hasil dari kreativitasnya tersebut. Proses
penjualannya bisa melalui pameran-pameran atau juga di perkenalkan ke
masyarakat luas.
MANFAAT LUBANG BIOPORI
Lubang Biopori atau Sumur Biopori belakangan ini ramai dibicarakan
sebagai salah satu bentuk kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan. Apa
sebenarnya yang dimaksud dengan lubang biopori? Bagaimana hal ini dapat
bermanfaat bagi kita?
Secara alami, biopori adalah
lubang-lubang kecil pada tanah yang terbentuk akibat aktivitas organisme dalam
tanah seperti cacing atau pergerakan akar-akar dalam tanah. Lubang tersebut
akan berisi udara dan menjadi jalur mengalirnya air. Jadi air hujan tidak
langsung masuk ke saluran pembuangan air, tetapi meresap ke dalam tanah melalui
lubang tersebut.
Tetapi, di daerah perkotaan,
keberadaan pepohonan semakin tergusur oleh bangunan-bangunan sehingga lubang
biopori menjadi semakin langka. Lagi pula, banyaknya pepohonan tidak selalu
mengartikan akan ada banyak air yang terserap, karena permukaan tanah yang
tertutup lumut membuat air tidak dapat meresap ke tanah.
Untuk mengatasi masalah tersebut,
maka dibuatlah lubang resapan atau sumur resapan buatan manusia yang sekarang
dikenal dengan lubang biopori. Biopori dapat dibuat di halaman depan, halaman
belakang atau taman dari rumah. Lubang biopori sendiri umumnya dibuat dengan
lebar kira-kira 30 cm, jarak antar lubang sekitar 50 cm-100 cm.
Kita tidak akan sia-sia bila membuat
biopori ini. Manfaat yang bisa didapat antara lain :
- Mencegah banjir
Banjir sendiri telah menjadi bencana
yang merugikan bagi warga Jakarta. Keberadaan lubang biopori dapat menjadi
jawaban dari masalah tersebut. Bayangkan bila setiap rumah, kantor atau tiap
bangunan di Jakarta memiliki biopori berarti jumlah air yang segera masuk ke
tanah tentu banyak pula dan dapat mencegah terjadinya banjir.
- Tempat pembuangan sampah organik
Banyaknya sampah yang bertumpuk juga
telah menjadi masalah tersendiri di kota Jakarta. Kita dapat pula membantu
mengurangi masalah ini dengan memisahkan sampah rumah tangga kita menjadi
sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik dapat kita buang dlaam
lubang biopori yang kita buat.
- Menyuburkan tanaman
Sampah organik yang kita buang di
lubang biopori merupakan makanan untuk organisme yang ada dalam tanah.
Organisme tersebut dapat membuat sampah menjadi kompos yang merupakan pupuk
bagi tanaman di sekitarnya.
- Meningkatkan kualitas air tanah
Organisme dalam tanah mampu membuat
samapah menjadi mineral-mineral yang kemudian dapat larut dalam air. Hasilnya,
air tanah menjadi berkualitas karena mengandung mineral.
Banyak manfaat untuk lingkungan kita
dengan adanya biopori, maka membuat biopori dapat menjadi salah satu
pertimbangan kita agar lingkungan kita menjadi lebih baik.
Sumber:
http://pplhselo.or.id/berita/manfaat-lubang-biopori.html
Langganan:
Postingan (Atom)